Aliran Filsafat Pendidikan

Manusia lahir di dunia dalam keadaan hampa pengalaman, kecuali selama di dalam rahim. Perlahan namun pasti, ia mulai memiliki bangunan pengalaman yang diperolehnya dari berbagai sumber. Salah satunya, sekolah. Di sanalah, upaya mewariskan dan mentransformasi pengetahuan serta nilai kehidupan dilembagakan secara resmi.

Dari realitas tersebut, tampaklah bahwa institusi pendidikan pun terikat ideologi tertentu, cerminan filsafat yang melandasinya. Karena berawal dari pemikiran manusia, aliran-aliran filsafat pendidikan pun beraneka ragam.

Bisa dikatakan bahwa filsafat pendidikan merupakan filsafat terapan. Ia lahir untuk mencari jawab atas kebijakan dan tujuan pendidikan, teori kurikulum, dan proses perkembangan manusia melalui pendidikan. Beberapa aliran filsafat pendidikan yang utama adalah sebagai berikut.

Fundamentalisme

Aliran fundamentalisme terpengaruh aliran konservatisme. Ia memandang pendidikan sebagai proses regenerasi moral sehingga menilai pengetahuan dan kurikulum sebagai alat untuk membangun kembali masyarakat dalam pola kesempurnaan moral, seperti yang ada di masa silam.

Bagi aliran fundamentalisme, kesamaan di antara anak didik lebih penting ketimbang perbedaan yang ada. Bisa ditebak, metode pembelajaran yang diterapkan pun cenderung tradisional, semisal ceramah, hafalan, belajar dengan pengawasan ketat, dan diskusi terstruktur ketat. Semua itu harus dikendalikan oleh guru saja sebab siswa dianggap tak cukup tercerahkan untuk mengarahkan proses perkembangan intelektualnya sendiri.

Ada dua macam cabang dari aliran fundamentalisme.

1. Fundamentalisme Religius

Dijumpai dalam metode pendidikan di berbagai gereja Kristen yang terikat cara pandang kaku tentang realitas, sebagaimana realitas itu diwahyukan dalam al-Kitab.

2. Fundamentalisme Sekuler

Ditandai dengan komitmen yang sama kakunya dengan fundamentalisme religius, terhadap akal sehat yang disepakati mayoritas orang.

Aliran fundamentalisme dihubungkan dengan gagasan G.W.F. Hegel dan Emile Durkheim. Sementara penganutnya antara lain, Max Rafferty dan Robert Welch, dengan penekanan kuat terhadap nasionalisme dan patriotisme.

Intelektualisme

Intelektualisme berpendapat bahwa setiap manusia adalah makhluk rasional. Oleh karena itu, sekolah menjadi sarana penting untuk mengajarkan cara menalar dan menyalurkan kebijaksanaan yang tahan lama dari masa silam.

Dengan begitu, wewenang intelektual tertinggi di sekolah terletak pada kecerdasan intelektual, bahwa kebenaran bisa dipahami melalui proses penalaran. Sayangnya, pembelajaran ditekankan hanya pada aspek kognitif, melebihi aspek afektif dan sosial.

Paham intelektualisme masa lalu tersirat dari karya Plato dan Aristoteles. Sementara di masa modern yang sekuler, terlihat dari karya Robert Maynard Hutchins dan Mortimer Adler. Intelektualisme yang religius tertuang dalam karya William McGucken dan John Donahue.

Liberalisme

Liberalisme pendidikan merupakan produk dari tradisi empirisme dalam filsafat, yang meyakini bahwa sistem kebenaran bersifat terbuka. Tradisi ini menekankan jawaban yang diperoleh melalui tata cara rasional dan eksperimental.

Bagi aliran tersebut, masa kini dan masa depan adalah dua hal yang sangat penting. Begitu pula dengan perubahan atau pembaruan dalam berbagai bidang. Semua itu demi memajukan kebebasan individual dan memaksimalkan potensi manusia seutuhnya.

Oleh sebab itu, pendidikan bertujuan untuk melestarikan dan memperbaiki tatanan sosial. Caranya, dengan mengajarkan penyelesaian masalah secara mandiri. Maria Montessori dan John Dewey adalah beberapa pencetus liberalisme.

Liberasionisme

Bagi kaum liberasionis, sasaran puncak pendidikan berupa pembangunan kembali masyarakat mengikuti alur humanistik, dengan menekankan perkembangan dari potensi khas manusia. Dalam sistem pendidikan demikian, demokrasi haruslah stabil dan kokoh.

Sekolah harus menyediakan informasi dan keterampilan bagi para siswa, agar mereka belajar efektif bagi diri mereka sendiri. Sekolah juga mesti membantu murid untuk mengenali dan menanggapi kebutuhan bagi perombakan atau perubahan yang merupakan tuntutan zaman. Paulo Freire adalah salah satu tokoh pendukung liberasionisme.

Anarkisme

Anarkisme adalah cara pandang yang membela pemusnahan seluruh kekangan kelembagaan terhadap kebebasan manusia, sebagai jalan untuk mewujudkan potensi manusia seutuhnya. Menurut aliran tersebut, pendidikan bertujuan untuk membawa perombakan berskala besar dan segera dalam masyarakat dengan cara menghilangkan persekolahan wajib.

Sistem sekolah formal yang ada sekarang harus dihapuskan, lalu diganti dengan pola belajar sukarela dan mengarahkan diri sendiri. Artinya, akses yang bebas dan universal untuk memperoleh bahan atau materi pendidikan harus tersedia. Selain itu, kesempatan belajar mandiri harus tercipta bagi siapa saja, tanpa sistem pengajaran wajib.

Dari uraian tersebut, tampak jelas bahwa anarkisme menekankan pilihan bebas dan penentuan nasib sendiri, dalam sebuah latar belakang sosial yang sehat dan humanis.

Siswa berhak menentukan sendiri metode belajar yang sesuai dengan tujuan dan rancangan pembelajarannya. Selain itu, pembelajaran tak hanya bersifat kognitif atau afektif semata, namun menyeluruh secara total. Ivan Illich dan Paul Goodman adalah pencetus aliran anarkisme pendidikan.

Beberapa aliran filsafat pendidikan yang diuraikan memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, yang terbaik adalah berusaha menciptakan sistem yang humanis dan membebaskan, tanpa kehilangan akar hakiki manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk Tuhan yang bijak menyikapi perubahan zaman.

Bagaimana dengan pilihan Anda? Aliran apa yang terbaik untuk diterapkan bagi diri Anda sendiri? Tentunya Anda yang paling tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: