Bagaimana Perbaikan Mutu Pendidikan Sekolah Kita?

Sudah menjadi kebutuhan bahwa kita sebagai pribadi yang mendambakan perkembangan hidup untuk bisa mengenyam pendidikan yang baik. Dalam Perkembangannya pendidikan Indonesia selalu dinamis sesuai dengan perkembangan. Hal tersebut ditandai dengan berubahnya kurikulum yang dilaksanakan di Indonesia. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, KBK(2004), dan sekarang KTSP(2006). (http://etniessunda.multiply.com/journal/item/1).

“Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.” (http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Tingkat_Satuan_Pendidikan). Pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, tentang Standart Nasional Pendidikan pasal 91 ayat 1 menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan baik formal maupun non-formal wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan.

Disisi lain sekolah baik formal maupun non-formal sebagai wujud nyata pelaksanaan pendidikan dalam masyarakat memiliki tanggung jawab yang besa, sejauh mana sekolah dalam mengemban tanggungjawab tersebut mempersiapkan diri, bagaimana respon publik atas kinerja sekolah kita, beragam pendapat dalam masuarakat sekolah terlebih masyarakat luas.

Perbaikan mutu menjadi mutlak, dimanapun dibelahan dunia ini, terlebih dari berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan mutu tidak dengan sendirinya ditentukan oleh meningkatnya anggaran, jumlah dan kualifikasi guru, dengan metode evaluasi yang tepat dapat dipandang:

  1. Sebagai dasar perencanaan pengembangan dan peningkatan mutu pada level sekolah serta sebagai penyedia informasi yang diperlukan.
  2. Sebagai suatu proses yang menjadi tanggungjawab sekolah untuk mengetahui kemajuan sendiri dan menentukan prioritas-prioritas yang diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  3. Oleh karena proses ini memerlukan keterlibatan unsur-unsur dalam masyarakat sekolah, maka membantu terwujudnya transparansi dan validitas sekolah.

Metode sederhana dalam evaluasi dapat dilakukan dengan menyusun pertanyaan yang bersumber dari 8 SNP.

Standart Isi

  1. Apakah kurikulum sudah sesuai dan relevan dengan ktsp?
  2. Bagaimana sekolah menyediakan apa yang dibutuhkan dalam pengembangan pribadi peserta didik?

Standart Proses

  1. Apakah silabus sudah sesuai dan relevan?
  2. Apakah RPP disusun untuk mencapai pembelajaran efektif?
  3. Apakah sumber belajar untuk pembelajaran dapat diakses dan dipergunakan secara tepat?
  4. Apakah prinsip-prinsip pembelajaran dapat diterapkan?
  5. Apakah sekolah memenuhi kebutuhan sarana peserta didik?
  6. Bagaimana cara sekolah mempromosikan dan mempertahankan etos pencapaian prestasi?

Standart Kompetensi Lulusan

  1. Apakah peserta didik dapat mencapai prestasi akademik yang diharapkan?
  2. apakah peserta didik dapat mengembangkan potensi secara penuh sebagai anggota masyarakat?

Standart Penilaian Pendidikan

  1. Sistem apakah yang sudah tersedia untuk memberikan penilaian bagi peserta didik?
  2. Bagaimana penilaian berdampak pada proses belajar?
  3. Apakah orang tua terlibat dalam proses belajar anak?

Standart Sarana dan Prasarana

  1. Apakah sarana dan prasarana sekolah sudah memadai?
  2. Apakah sarana dan prasarana sekolah dalam kondisi terpelihara dengan baik?

Standart Pendidik dan Tenaga Kependidikan

  1. Apakah pemenuhan jumlah guru dan pegawai lain sudah memenuhi?
  2. Apakah kualifikasi guru dan pegawai sudah memenuhi?
  3. Bagaimana upaya sekolah untuk meningkatkan iptek dan ketrampilannya?

Standart Pengelolaan

  1. Apakah pengelolaan berdasarkan kerja Tim, dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak?
  2. apakah ada tujuan dan rencana untuk perbaikan yang memadai?
  3. Bagaimana dampak rencana pengembangan sekolah terhadap peningkatan hasil belajar?
  4. Bagaimana cara pengumpulan dan penggunaan dana yang valid?
  5. Bagaimana cara mendukung dan memberikan kesempatan pengembangan profesi bagi pendidik dan tenaga kependidikan?
  6. Bgaimana cara masyarakat sekitar mengambil bagian dalam kehidupan sekolah?

Standart Pembiayaan

  1. Bagaimana sekolah mengelola keuangan?
  2. Upaya apakah yang telah dil;akukan sekolah untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya?

Dari pertanyaan diatas kita dapat mengukur kualitas Pendidikan Sekolah Kita, semangat berevaluasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: